Senin, 03 Februari 2014

Analisa: Apakah Tujuan BlackBerry Membuat BlackBerry 10 Ramah Android

Peluncuran OS 10.2.1 yang memiliki kemampuan ramah terhadap Android sangat dinanti para pengguna BlackBerry 10 yang sangat haus akan aplikasi berkualitas. Dengan OS ini BlackBerry 10 mampu langsung menginstall aplikasi Android yang berekstensi .apk, sehingga tidak perlu lagi melakukan convert .apk menjadi .bar seperti sebelumnya.


Tetapi ada satu pertanyaan terhadap kemampuan BlackBerry 10 ini adalah kenapa aplikasi Google Play yang merupakan basis Aplikasi dan Games Android terbesar tidak bisa digunakan di BlackBerry 10?.


Berdasarkan survey jumlah aplikasi dan games di Google Play sebanyak 750.000, dengan jumlah sebanyak itu cukup aneh BlackBerry 10 yang menggunakan runtime Android Jelly Bean tidak bisa memakai Google Play. Dengan pertanyaan tersebut, pihak DaritadiCom memberikan beberapa pendapat yang mungkin menjadi suatu alasan ataupun strategi kenapa BlackBerry 10 menjadi lebih ramah kepada Aplikasi maupun Games Android.



#1. Memaksa Developer Mensubmit Aplikasinya ke BlackBerry World


Dengan tidak bisanya BlackBerry 10 menjalankan Google Play, hal ini bisa membuat Developer Aplikasi maupun Games mau tidak mau harus mensubmit Aplikasi ataupun Gamesnya langsung ke BlackBerry World. Meskipun Aplikasi dan Games Android mudah di temukan di internet. Tapi bagi para Developer yang memiliki Aplikasi dan Games Premium penyebaran file apk-nya secara gratis di internet tentu saja menjadi bencana. Sehingga ketimbang pengguna BlackBerry 10 mencari file tersebut secara gratis, pihak Developer lebih memilih untuk menjualnya langsung di BlackBerry World.


Hal ini tentu saja memberikan keuntungan nyata kepada BlackBerry, yaitu bertambah jumlah aplikasi dan games yang selama ini menjadi alasan orang-orang meninggalkan BlackBerry.



#2. Memaksa Developer Membuat Aplikasinya Menjadi Built for BlackBerry


Mungkin inilah alasan utama BlackBerry membiarkan Aplikasi Android menjadi ramah terhadap BlackBerry 10. Kita logika kan saja, terkait alasan pertama, apabila Developer melakukan submit ke BlackBerry World dengan menggunakan ekstensi Apk. Hal ini memungkinkan terjadi dampak aplikasi tersebut tidak berjalan sempurna. Kira-kira apa yang tidak berjalan sempurna?.


Aplikasi yang menggunakan IAP atau In App Purchase atau lebih terkenal dengan istilah Freemium, yakni aplikasi yang di unduh secara gratis tapi memberikan fitur seperti upgrade, memperbanyak misi, menghilangkan iklan, dsb mengharuskan para penggunanya membayar aplikasi tersebut. Sementara apabila aplikasi tersebut menggunakan Apk ketika di submit, tentu saja ketika pengguna melakukan pembayaran, aplikasi tersebut akan mencoba menghubungkan Google Play. Sedangkan Google Play sendiri tidak bisa berjalan di BlackBerry 10. Di BlackBerry 10 untuk melakukan pembayaran layaknya iTunes diharuskan memasukkan BlackBerry ID yang kemudian terhubung dengan halaman payment.


Dengan kondisi seperti ini, bukan tidak mungkin pada akhirnya Developer harus melakukan pembuatan Aplikasi yang khusus untuk BlackBerry 10 yang menggunakan payment gateway pada BlackBerry. Selain itu juga, kemungkinan lainnya adalah aplikasi tersebut sering force close karena tidak bisa berjalan sempurna di BlackBerry 10. Bagi developer yang memiliki massive pengguna yang besar yang di dapatkan dari BlackBerry 10, jelas saja mereka tidak ingin kehilangan hal tersebut. Dan akhirnya terpaksa melakukan update Aplikasi ataupun games yang khsusu dibuat untuk BlackBerry 10.


Dua alasan diatas kemungkinan besar itulah tujuan sebenarnya BlackBerry membuat ramah aplikasi Android di BlackBerry 10. Apabila dua strategi di atas berjalan lancar, bukan tidak mungkin Android runtime mungkin akan di buang di BlackBerry 10, dan BlackBerry kembali merebut pasar smartphone seperti dahulu.


Bagikan

Jangan lewatkan

Analisa: Apakah Tujuan BlackBerry Membuat BlackBerry 10 Ramah Android
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

Untuk menyisipkan kode pendek, gunakan <i rel="code"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan kode panjang, gunakan <i rel="pre"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan gambar, gunakan <i rel="image"> ... URL GAMBAR ... </i>