BlackBerry pernah mengecap menjadi raja smartphone di dunia sekitar tahun 2005 hingga 2010 mengalahkan Apple dan Nokia kala itu. Akan tetapi saat ini BlackBerry yang diisukan kesulitan keuangan, menyusul akibat penjualan smartphone BlackBerry yang terus turun di pasaran, yang menyebabkan kerugian Rp 1 triliun pada kuartal III tahun 2013. Yang berujung pada pemecatan karyawan BlackBerry guna menutup kerugian semakin membengkak.
Lalu apakah masih ada cara yang memungkinkan agar BlackBerry tetap bisa bertahan di peta persaingan smartphone. Berikut adalah opini penulis hal-hal yang bisa dilakukan oleh BlackBerry guna bertahan di dunia smartphone. Opini ini di dasari dari sudut pandang pengguna Blackberry sendiri.
Melakukan Perbaikan Pada Device OS 7
Tidak bisa di pungkiri device OS 7 memiliki model-model yang bagus. Sebut saja BlackBerry bold 9900 atau Dakota memiliki desain qwerty yang besar sangat cocok bagi orang yang memiliki tangan besar. Tapi sayangnya desain Dakota tidak diiringi dengan Hardware dan Software yang mendukung. Hingga menyebabkan banyak sekali masalah seperti seringnya error OS, internal memori yang error, sampai yang paling sering mati total. Sehingga kiranya BlackBerry dapat memberikan perbaikan yang maksimal kepada device OS 7 ini, karena banyak orang yang menyukai desain yang diberikannya. Dengan melakukan re-build pada BlackBerry OS 7, BlackBerry mungkin bisa memberikan nilai lebih seperti layar lebih besar, prosesor yang lebih bagus, dsb.
Memberikan Kemampuan OS 10 Pada OS 7
Mungkin ini menjadi sedikit aneh, mengapa tidak memberikan langsung saja OS 10 pada OS 7? Jawaban cukup simpel, karena pada OS 10 tidak memberikan tema maupun pilihan font yang saat ini menjadi kelebihan pada OS 5 sampai OS 7. Tetapi OS 10 memiliki kelebihan yang menjadi kekurangan pada OS sebelumnya, seperti jam pasir, kecepatan membaca media. Karena penyakit paling parah pada BlackBerry sebelumnya yaitu jam pasir, hal ini menyebabkan BlackBerry di beri gelar sebagai smartphone terlemot.
Kembali Menjadi Sosok Real dari BlackBerry Itu Sendiri
Di mata saya apa yang saya lihat BlackBerry melakukan kesalahan, yakni mencoba memasuki ranah smartphone Full Touchscreen. Padahal sejatinya BlackBerry dikenal sebagai Smartphone Messengger, yaitu ponsel yang digunakan sebagai Media Sosial, dan bisnis. Sehingga dengan menggunakan keyboard QWERTY adalah yang paling tepat bagi BlackBerry.
Kalau masih ragu kenapa BlackBerry lebih cocok menjadi smartphone messenger, coba kalian lihat pada BlackBerry World apakah ada muncul aplikasi LINE pada BB10? Jawabannya tidak, tetapi LINE hanya muncul pada BlackBerry OS 5-7.
Meniru NOKIA
Mengapa saya bilang BlackBerry meniru NOKIA, padahal NOKIA sendiri salah satu eks Raja Handphone yang memiliki nasib seperti BlackBerry. Meskipun saat ini mulai merebut pasar dengan NOKIA Lumia yang menggunakan OS Windows Phone.
Lalu kenapa BlackBerry harus menirunya? Coba kembali kita lihat bagaimana NOKIA sanggup bertahan di tengah keterpurukan perusahaan akibat dari mendunianya smartphone pada masa itu. Sehingga ponsel NOKIA yang saat itu terbilang membosankan dari segi OS dilupakan oleh para penggemarnya yang mulai beralih ke smartphone seperti iPhone dan BlackBerry.
Beruntungnya NOKIA selalu peduli pada pasar menengah ke bawah, sehingga NOKIA tetap bisa bertahan hingga saat ini. Dengan mengeluarka ponsel yang memiliki kualitas bagus, NOKIA menuju kepada kelas menengah ke bawah sebagai pangsa pasarnya. Karena NOKIA menyadari pada saat itu tidak sanggup menghadapi persaingan smartphone kala itu. Dan kelihatannya hal ini sudah mulai di tiru BlackBerry sendiri, karena sudah merilis BlackBerry 9720 yang ditujukan kelas menengah ke bawah.
Baca Juga: BlackBerry 9720 Akhirnya Rilis di Indonesia
Fokus Apa yang Menjadi Kelebihan BlackBerry
Inilah yang penting bagi langkah BlackBerry. Dengan fokus apa yang menjadi kelebihan BlackBerry seperti Media Sosial, Email Push, dan Keamanan. BlackBerry menjadi lebih fokus dalam mengembangkan layanan terbaiknya, daripada berusaha menyamai kelebihan pesaingnya. Sementara BlackBerry sendiri tidak di dukung developer games mobiles seperti iOS dan Android.
Seperti Nokia yang mengiklankan kelebihan utama yang tidak dimiliki ponsel lain seperti pada Nokia Lumia 1020 yang memiliki kamera 41 megapixel.
Baca Juga: Iklan Konyol Nokia Lumia Menyindir Samsung dan iPhone
Menghentikan Paket Khusus untuk BlackBerry OS 5/6/7
BIS itu lemot. Mungkin banyak yang setuju. BIS merupakan masalah yang menyebabkan kelemotan yang terjadi di Indonesia. Seringnya server tumbang, dan masalah yang lain. Membuat pengguna BlackBerry protes. Akan tetapi pengguna BlackBerry 10 yang menggunakan paket internet tidak merasakan hal ini. Jadi baiknya BlackBerry menghentikan paket BIS dan memberikan paket internet sebagai syarat menggunakan layanan BlackBerry.
Untuk menyisipkan kode pendek, gunakan <i rel="code"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan kode panjang, gunakan <i rel="pre"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan gambar, gunakan <i rel="image"> ... URL GAMBAR ... </i>